Belajar Mengatur Waktu dari E-Book “Jago Ngatur Waktu”

Kya…. udah lama banget ngga update blog tercinta ini. Sibuk di blog dan situs-situs lain akhirnya terbengkelai deh.

Kali ini saya hendak berbagi review e-book “Jago Ngatur Waktu” terbitan Indscript Corporation. Saya dapatkan buku ini dengan gratis sebagai give away dari Indscript di bulan Juli lalu.

Sudah lama sebetulnya naksir e-book yang satu ini, tapi berhubung kerjaan yang ga ada habisnya jadi ketunda terus. Alhamdulillah, akhirnya dibagikan dengan gratis dengan harapan akan membantu para ibu, yang biasanya mempunyai banyak peran, agar mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Tapi sebetulnya siapa aja juga bisa kok menggunakan tips-tips yang ada di buku ini. Yang penting mau atau enggak aja.

Untuk yang sudah kenal dengan Ibu Indari Mastuti, pasti tahu bahwa ibu dua orang putra dan putri ini memiliki kesibukan yang suangat banyak.

Dalam salah satu sesi video sharing pada komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis dan Doyan Bisnis, Beliau bercerita bahwa ada hampir 100 lebih kegiatan rutin yang bisa Beliau selesaikan dalam satu hari.

Nah, e-book ini terinspirasi dari cara Beliau bagaimana mengatur waktu dalam kesehariannya.

Ditulis dengan gaya presentasi, membuat buku ini mudah untuk diikuti dan dicerna setiap panduannya.

Ada 10 langkah yang harus dilakukan agar kita dapat menggunakan atau jago ngatur waktu. Dimulai dari langkah menuliskan (dengan detil ya) apa saja yang harus dilakukan dalam satu hari hingga bagaimana menyelesaikan setiap pekerjaan itu dengan baik.

Bila belum terbiasa, memang rasanya aneh, apalagi bila kita hanya berkutat didalam rumah, Namun ternyata tips menuliskan dengan detil semua pekerjaan yang harus kita lakukan membuat waktu yang kita miliki bisa terpeta dengan baik.

Misal bila ada tiga pekerjaan yang harus selesai dipagi hari; masak, nyuci, nyiapain anak sekolah (khas emak…biarin aja =D ). Nyiapin anak ke sekolah tu kan macem-macem, mulai dari nyiapin sarapan, ngecek buku, sampai nyisirin anak (ketahuan anaknya masih kecil wkwkk).

Semua itu perlu ditulis; ngrendem cuciannya berapa menit, nyiapin sarapannya berapa menit, ngecek buku dan njawab teriakan kaos kaki ilang (just in case) juga ditulis.

Buat emak yang ga ada kegiatan lain pun akhirnya bisa tahu, bahwa ternyata ada waktu-waktu tertentu yang sebetulnya bisa digunakan lebih produktif.

Kalo untuk emak yang banyak kegiatan si, tentu saja cara ini tidak hanya memetakan waktu yang dimiliki, tapi juga bagaimana mencegah terlewatnya detil-detil pekerjaan yang harus dilakukan.

Perangkat ngatur waktu; dulu buku, sekarang google keeps
Perangkat ngatur waktu; dulu buku, sekarang google keeps

Saya mengawali mengikuti tips dari e-book ini dengan menggunakan buku notes kecil sehingga bisa di bawa kemana-mana. Tapi sekarang lebih banyak ngandelin Google Keeps dan Google kalender agar saat keluar ga rempong bawa aneka prithilan (buku, hp, kamera, dompet de el el, de es be).

Kini mengatur waktu sudah bukan hal yang sulit lagi. Saya pun bisa memetakan berapa hari target tulisan yang bisa saya buat. Tinggal menyesuaikan saat ingin menulis lebih dari biasanya.

Untuk pembaca yang ingin memiliki e-book ini sila tinggalkan komen di bawah.

Terima kasih sudah mampir ya…

Bhinneka Tunggal Ika dalam 12″

12

Awal mendapatkan buku ini, niatnya asli hanya untuk lomba resensi. Apalagi ketika melihat topiknya ternyata tentang Marching Band, sesuatu yang sangat asing bagi saya. Dan benar saja membuka halaman pertamanya saja, saya sudah mulai bosan karena tidak mengerti istilah apa saja yang ada di dalamnya (walau setelah terakhir membaca ternyata di halaman belakang ada glosariumnya). Akhirnya novel itu hanya “duduk” disebelah tempat saya biasa ketak-ketik membuat artikel.

Setiap melihatnya saya hanya membatin dalam hati, “Ah, entar aja, kalo udah deket dead line baru mau baca.” Ga tahunya 2 minggu kemarin saya jenuh sekali dengan pekerjaan writing saya selain juga sudah kehabisan buku untuk dibaca, jadi lah buku 12’ ini saya lanjutkan.

Scanning aja di bab 1 dan 2. Trus langsung ke Bab 3 dan 4, semua masih sama, belum ada kesan apa pun, malah saya menjadi bingung karena di daftar isi bab 1-5, seperti tidak ada benang merah cerita yang jelas.

Memasuki bab 6, mulailah benang itu dapat saya tangkap. Ternyata kelima bab awal merupakan gambaran kisah tentang tokoh-tokoh penting dalam novel ini. Serta alasan mengapa pada sinopsis di belakanag sampul ini dikatakan bahwa 12’ adalah kisah tentang anak-anak muda di Bontang yang bersedia menghabiskan ribuan jam berlatih hanya intuk 12’ penampilan di GBK.

Adalah Pupuk Kaltim yang menginginkan grup Marching Band binaan mereka meraih gelar juara dalam sebuah kompetisi Marching Band se-Indonesia, Grand Prix Marching Band (GMPB).

Rene, seorang mantan pemain Marching Band dan lulusan sebuah sekolah musik di Amerika, dipercaya oleh perusahaan pupuk terbesar di Indonesia itu untuk melatih grup Marching Band-nya. Prestasi Rene yang berhasil meloloskan sebuah grup Marching Band di Jakarta menjadi juara umum 3 tahun berturut-turut, menjadi landasan kepercayaan perusahaan besar itu.

Tak dinyana, 2 bulan menjelang pertandingan GMPB, salah satu pemain terompet andalannya malah ditawari untuk pindah ke grup Marching Band Amerika, Blue Davis. Kondisi ini tentu saja membuat Rene gusar dan nyaris putus asa hingga tidak yakin bahwa marching band binaannya ini akan menang.

Ketika kemudian mendapatkan pengganti untuk pasukan inti, hambatan yang lain muncul kembali. Sang pemain perkusinya-Tara-ngambek karena sebuah kesalah pahaman dengan Rene. Padahal Tara remasuk anggota yang paling Rene harapkan. Belum lagi ketika kemudia pemain Color Guardsnya terhalang latihan karena ayahnya yang sakit.

Semua ini membuat Rene semakin putus asa dan lelah. Puncak masalah adalah saat Elaine, sang Field Commander dilarang mengikuti kompetisi karena ia mendapat tawaran untuk mengikuti Olimpiade Fisika, sebuah ajang bergengsi yang sangat di dambakan oleh ayahnya.

Walau pada akhirnya Elaine berhasil meluluhkan ayahnya, dan marching tersebut akhirnya dapat berangkat ke Jakarta, hambatan terakhir masih juga datang justru di menit-menit terakhir saat mereka hendak tampil. Ayah Lahang, si pemain color Guards, meninggal dunia. Hampir saja Lahang meninggalkan gedung GBK untuk kembali ke Kalimantan. Syukurlah bujukan Rene berhasil membuat ia tetap tinggal. Dan seperti yang diharapkan, akhirnya grup Marching Band ini berhasil menjadi juara umum ajang bergengsi GPMB.

Buku setebal 340 halaman ini penuh syarat pesan moral yang disampaikan melalui kegigihan perjuangan para tokohnya untuk mencapai cita-cita masing-masing. …Mengalahkan godaan TV. Mengalahkan godaan ajakan untuk ngumpul di Koperasi. Mengalahkan godaan ajakan main bola. Dan Mengalahakan godaan ramai-ramai menyambangi tempat penyediaan games online… (hal 65).

Belum lagi untuk berangkat dan pulang latihan, salah seorang pemain harus menempuh perjalanan melewati rawa, dan hutan selama hampir 60 menit seblum sampai di jalan besar dan menuju ke tempat latihan (Bab. 28 hal 173, Menjenguk Ayah Lahang). Karena mereka sadar memang tak ada yang instan di dunia ini. Tak ada. Kecuali mungkin mi. Oh, dan kopi (hal. 66)

Membaca buku ini juga membuat saya semakin memahami (dan akhirnya jatuh cinta) pada kebudayaan dan filosofi masyarakat Dayak yang tinggal di pinggiran Kalimantan. Sebuah filosofi yang membuat mereka mempersiapkan keturunannya untuk menjalani kehidupannya masing-masing, with no excuse moreover, reason. 

Saya menyebut buku ini sebagai sebuah Bhinneka Tunggal Ika, karena memang kisah para tokohnya benar-benar dilatari oleh banyak budaya, cerminan kecil dari negara Indonesia, yang juga merupakan gambaran dari Bontang. Gambaran ini juga tercermin dalam bagaimana para pemain melantunkan doa saat sebelum penampilan final mereka di Istora senayan. Al Fatihah, Bapa Kami dan Mantram Gayatri. Indah sekali, mereka gumamkan cara yang berbeda untuk pinta yang sama. Bhinneka Tunggal Ika.
Dan menurut saya, seharusnyalah para generasi kita juga mengikuti jejak para tokoh dalam novel ini dalam meraih kesuksesan, pantang menyerah, memberikan yang terbaik, dan tuntas dalam setiap tugas serta tanggung jawab.
Selain kisah perjuangan Lahang yang sukses membuat saya menguras air mata, alur kisahnya yang maju mundur, membuat buku ini semakin unik. Setiap bab digarap dengan apik, tidak ada yang dilebihkan juga tidak ada yang dikurangi, tapi selalu mengigirng pembaca untuk bertanya, “So, what next? “Sudah selesaikah?” Pokoknya, it’s  A MUST READ BOOK, deh!

Kabarnya buku ini juga difilmkan dan tayang di Cineplex XX1. Anda sudah nonton? Saya si, belum he he he

Ide Mengajarkan Anak Matematika

Matematika selain menjadi favorit untuk dipelajari, namun juga momok bagi anak-anak untuk memahaminya. Hal ini wajar, karena setiap anak memiliki bakat dan minatnya sendiri-sendiri.

Sayangnya, sistem pendidikan kita belum mengijinkan anak-anak untuk dapat bernafas dengan lega mengikuti bakat dan minatnya. Hasilnya, berlombalah para orang tua untuk memberikan les ini dan itu kepada anak-anaknya. Dan berbanggalah para anak bila mereka dapat menguasai hal yang- pada umumya,- jarang diminati dan dikuasai oleh taman-temannya.

Namun, di sisi lain, masih ada juga orang-orang yang perduli bagaimana cara memadukan minat-bakat anak dan pelajaran matematika. Hasilnya, buku-buku dan metode fun untuk belajar matematika. Beberapa buku tersebut dapat disimak pada tautan berikut ini

Cerita Matematika: Belajar Matematika Lewat Cerita

Keindahan Warna Rainbow

Buku ini adalah buku pertama saya yang terbit. Pemrakarsanya seorang entreprenuer muda di bidang Book Publishing and Writing yang saya kenal dalam sebuah pelatihan kepenulisan.

Warna Rainbow
Keindahan Warna Rainbow

Selayak kumpulan warna rainbow, buku ini juga menyajikan kumpulan pelbagai kisah imaji tentang kehidupan. Disamping menawarkan keunikan dalam bentuknya, kisah yang disajikan merupakan cerminan dari cerita kehidupan yang sering kali berawal atau malah berakhir dengan kisah yang tak terduga.

Kisah tentang seorang “pengikut” yang memuja atasannya (Aku dan Lelakiku), kesalah pahaman dalam rumah tangga (Amplop Suamiku — my composing), sebuah rahasia di balik sebuah empati yang tersaji (Adopsi), dan juga kesetiaan (Sebab Cinta tak Buruk Rupa). Masih banyak lagi kisah dalam Rainbow yang akan mengajak penikmatnya to stick in it till the end! Sungguh, benar-benar sebuah warna Rainbow.

Penasaran ingin tahu seperti apa warna Rainbow menurut versi kami? Silahkan kontak saya pada nomor berikut ini 083871638130

PS:BAgi pemebeli buku “Rainbow”, Rinra Publishing memberi kesempatan bagi Anda yang juga ingin menerbitkan buku karya sendiri. Akan ada proyek kedua serupa buku Rainbow ini, siapa tahu Anda-lah yang akan menjadi penyaji warna Rainbow berikutnya…

Mengenal Bisnis Online

Bisnis Online, terutama online shop, akhir-akhir ini semakin banyak berdiri selayak jamur di jamur hujan. Alasan ini sangatlah masuk akal karena bisnis ini dianggap minim resiko dan lebih tidak merepotkan dalam pendiriannya. Tinggal buka lapak, gunakan fasilitas web atau blog, situs jejaring sosial selesai sudah.

Meskipun mudah, namun masih banyak orang yang kurang mengenal seluk beluk dari bisnis online ini. Tidak mengherankan jika kemudian banyak dari pebinis online kemudian gulung tikar. Selain kurang mengenal resiko, bisa jadi strategi pemasarannya juga kurang.

Buku ini disusun oleh para pelaku bisnis online yang telah berpengalaman, berisi tentang bagaimana cara memulai usaha online, jenis-jenis usaha online, strategi dalam pemasaran bisnis online hingga hamabatan dan analisa keuangan.

Buku ini hadir untuk menjawab semua pertanyaan yang terkait dengan bisnis online. Penyampaian buku ini dapat di katakan praktis namun komplit. Setiap pembahasan jenis usaha di lengkapi dengan preview jenis usaha, persiapan modal yang di butuhkan, analisa keuangan hingga kendala-kendala yang mungkin di hadapi dalam melakukan usaha. 

Analisa keuangan dilakukan terhadap modal tetap dan modal berjalan termasuk juga biaya penyusutan. Biaya penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus atau straight lain. Sayangnya, tidak disajikan bagaimana cara penghitungan biaya penyusutan ini. Bagi yang sama sekali awam dengan permasalahan akutansi, penggunaan istilah ini pastilah sangat membingungkan. Mungkin akan lebih baik jika buku ini juga menyajikan contoh kecil bagaimana cara menghitung biaya penyusutan beserta penghitungan aktiva-nya.

Bagaianapun juga buku ini tetap layak untuk dimiliki bagi Anda yang hendak membuka bisnis online. Disamping sebagai rujukan pilihan bisnis yang hendak dijalankan, analisa keuangannya akan membantu Anda dalam memperkirakan berapa jumlah modal yang sebaiknya Anda sediakan sesuai dengan jenis usaha yang Anda pilih.

Seluk-beluk bisnis Online
Seluk-beluk bisnis Online